Manusia jatuh dua kali di lubang yang sama itu ungkapan biasa buat gue. Gak ada makhluk Tuhan yang sempurna, sesungguhnya.. Dan yang menjadikan orang-orang itu sempurna di mata peneguh adalah bagaimana mereka memilih sudut pandang yang paling baik/buruk.
- COGITO ERGO SUM -
(saya berfikir maka saya ada)
Rene Descartes bilang itu bukan kepastian. - HIC ET NUNC - buat gue lebih menang. Sangat sangat tepat penempatan kata bahwa ya, "di sini pada saat ini".
Hari ini terlalu letih untuk mengulang pembahasan mata kuliah Filsafat Ilmu. Dan memang bukan itu tujuan gue saat ini. Tapi ada satu hal yang selalu gue suka dari mata kuliah ini (nggak peduli seberapa besar rasa "lebih tidak sukanya"), yaitu bagaimana sebenarnya kita bisa menafsirkan apa saja sesuka hati.
Banyak orang bertanya kenapa manusia takut mati?
Filsafat menjawabnya.
Ada orang bertanya mengapa saya ada?
Filsafat menjelaskannya.
Apakah tafsiran mereka benar ataukah tidak, juga hanya para PAKAR yang bisa menjawabnya. Dan sekarang gue bertanya,
WHY DO PEOPLE CHANGE EASILY ?
Tidak berharap apa pun atau bahkan satu pun penjelasan dari mereka. Kali ini gue mencoba untuk menjelaskannya sendiri, dengan pemahaman yang minim dan sangat sederhana.
.................................................................................
sangat sederhana
Beberapa orang merubah perilaku mereka sangat drastis. Baik jadi buruk, buruk jadi baik, waras jadi gila, gila jadi waras, dsb dsb dsb. Let's say itu faktor mood, bisa juga sikap penghindaran (people call it as "hiding and running"), atau...yang terakhir adalah bahwa mereka mulai menyadari bahwa JALAN "tersebut" memang salah dan tidak sepantasnya berani-berani mencoba untuk mengambil resiko besar.
LOSER - untuk kategori terakhir, harus gue akui "Ya".
Respon besar datang dari lawan main mereka yang merasa sangat sangat tidak dihargai.
Kenapa mereka nggak langsung bilang aja, "THIS is WRONG!"
Kenapa harus berbasa-basi dengan tingkat kesopanan tinggi tapi sikap egois tetap ada (at least kita bisa merasakannya).
Okay, sometimes (i have to admit) gue juga suka menjaga rasa egois untuk tetap exist, tapi tidak saat gue harus berhadapan dengan FAKTA.
keep wondering .
Just believing, mungkin juga mereka ada kelainan jiwa -seperti- diri mereka senang menyakiti orang lain. Ada rasa kepuasan saat melihat orang lain senang dan sedih di waktu yang singkat. F*KING J*RK! Semoga orang-orang seperti itu diberi keteguhan hati dan cepat mendapatkan makna dari pentingnya akan dibawa kemana sebenarnya hidup yang mereka jalani. Trust me, saat ini mereka nggak punya tujuan hidup, nor even target jangka pendek.
SO SUCKS !
Kali ini, lagi, makin terbentuk penciptaan rasa realis dari seorang Thomas Hobbes kalau pada dasarnya semua MANUSIA JAHAT .
Wednesday, October 14, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)
